Tentang citra musik dangdut dan munculnya musik koplo

Munculnya Musik “Koplo”,
Bagian  Musik  Produksi Massa.

Komoditas musik hari ini merupakan penyakit baru ketika senandung tentang keindahan dirusak karena banyaknya permintaan pasar. Masih tergambar jelas ketika beberapa pertelevisian Indonesia  mengahadirkan beberapa orang yang tidak memiliki talenta bermusik akan tetapi memiliki tubuh yang dapat membuat setiap mata terpana, dan hal ini tetap saja ditayangkan oleh media televisi kita hari ini. 
Kemunculan Musik koplo memang tidak jelas darimana munculnya,dan penggagasnyapun juga tidak dapat mendefinisikan bagaimana aliran musik ini muncul. Sebagai bagian music dangdut juga cenderung lebih modern dengan menampilkan hal-hal yang berbau “sensual” atau cukup menyinggung bagaimana  hal yang seharusnya tabu malah menjelma menjadi tontonan massal. 
Jika melihat bagaimana music dangdut asli diciptakan sangat berbeda 180 derajat dimana keontetikan dangdut yang menjunjung tinggi nilai kesyahduan masih menjadi  kunci utama dalam penciptaannya. Kita bandingkan saja bagaimana salah satu creator dangdut Indonesia yang dikenal sebagai “raja dangdut” alias Rhoma Irama 

Menciptakan hasil karyanya. Di beberapa lagunya mensyairkan tentang keindahan romantisme dan disisi lain juga terdapat lagu yang bernuansa religi. Kemudian terbentur dengan hadirnya music Koplo yang agak menjauhi nuansa demikian, dan menimbulkan kesan miring bagi sebagian kalangan. Meskipun ada ritme musikalisasinya akan monoton dan tetap menyebabkan penontonnya untuk bergoyang meskipun dalam lagu tersebut menceritakan lagu yang islami, 

Bacajuga:rhoma-irama-larang-lagu-ciptaannya dibawa versi koplo

Jika memang dilihat dari nama atau sebutan koplo menurut bahasa jawa berarti kosong, bodoh atau gila. Jika dibandingkan dengan music dangdut, music koplo merupakan penurunan derajat dari hal yang semula otentik cipta rasa dan karsa creator menjelma menjadi benda yang sangat ketara sebagai bagian keinginan pasar.  Dalam beberapa kajian menyebutkan bahwa music sebagai tolok ukur kepandaian atau tingkat kecerdasan bagi penikmatnya. 
Sejalan dengan kajian tersebut degredasi musikalisasi merupakan salah satu bentuk mempolitisir sebuah pasar yang harus diciptakan oleh para pelaku industri ini. 


Selain dari penurunan teknik musikalisasi kecenderungan penurunan sikap dan mental para penikmat music koplo juga menjadi pertanyaan apakah music koplo ini menjadi tolak ukur dari sebuah peradaban juga?. 
Dilihat dari penciptaan music koplo sendiri yang jika dilihat secara sekilas bahwa asal mulanya berasal dari aliran dangdut akan tetapi keotentikan music dangdut sendiri yang menjunjung nilai-nilai harus menurun dengan terciptanya music koplo yang hanya terdapat penimatnya menjadi  bergoyang tanpa megetahui maksud atau unsure dari lagu tersebut. 
Muncul sebagai bagian dari permintaan pasar juga menjadi kajian yang menarik, bagaimana tidak hampir setengah masyarakat Indonesia merupakan kalangan menengah kebawah.
Dan penikmat music koplo sendiri hampir merupakan masyarakat menengah kebawah. Korelasi antara kedua premis ini memang belum dapat disimpulkan juga kebenarannya.

LinkSumber: http://catatanwongedan.blogspot.co.id

Bagai mana menurut anda? 
Bagi admin ada juga kebenaran dari penjelasan diatas, banyak bukti yang terdapat di sosmed berupa foto,lagu, bahkan video. Yang mengolaboarsikan dangdut disko dan koplo yang seharusnya beroperasi ditempat tertutup seperti Pap diskotik dan sebagainya. Sedihnya sekarang malah beraksi ditempat terbuka atau umum mebuatkan rusak nya citra musik dangdut oleh fihak2 yang susah untuk jelaskan. 

Bacajuga:goyang-dangdut-erotis-bukan-ciri-khas musik dangdut

Dan sedih nya lagi seperti sudah jadi tren agar tidak terkesan ketinggalan.
Kalau pendapat admin sendiri.Sekarang kembali pada diri kita masing masing. Tak peduli dari mana dan baik atau tidaknya asal dasar sebuah genri. Yang terpenting adalah bagai mana kita harus mempertahankan citra dari genri musik tersebut, dan menggambarkan setting sosial Memiliki unsur keindahan, dan kebaikan. Dalam lirik lagu yang di dengarkan
bukan mendendangkan atau mendengarkan lagu tentang hamil diluar nikah, sekedar menceritakan wanita seksi yang keluar malam yang notabenya berbau “sensualitas.”  Bukan  hanya merusak citra unsur awal musik tersebut. Malah akan mengubah sosialitas masa mendatang. Tetapi secara perlahan
Sekarang Kita bersukur di tahun 2016 sampai 2017 ini keadaan sangat membaik. Bahkan dengan munculnya beberapa band koplo wanita seperti kasima sangat jelas akan mencerminkan ke arah kebaikan dari segi gaya berpakaian mereka. 

Moto:
Kita tidak harus menilai dimana salah dan benar segala sesuatu..tapi yakin lah bahwa kita bisa memperbaikinya!

Mari berbagi pendapat diruang komentar!

Not : bukan untuk menciptakan komplik.
ini hanya untuk berbagi dan mencari sebuah solusi 
terima kasih sudah berkunjung

Comments

Popular Posts